Welcome to Primaseason Blog

xx

Puasa 1434 H

Gong Xi Fa Cai! 新年快樂! • Xin Nian Kuai Le 新年 快樂

Indonesia Independence Day

Primaseason Twitter

Photoblog

Some block quote tests: Here's a one line quote. This part isn't quoted. Here's a much longer quote: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. In dapibus. In pretium pede. Donec molestie facilisis ante. Ut a turpis ut ipsum pellentesque tincidunt. Morbi blandit sapien in mauris. Nulla lectus lorem, varius aliquet, ...

Posted by Prima Eriawan - - 2 komentar

Penelitian kalau menurut (subjektif) saya adalah mencari jawaban atas pertanyaan yang kita buat-buat sendiri, atau untuk mencari jawaban atas pengandai-andaian kita. Ya tentu saja, pertanyaan & pengandai-andaian itu harus berdasarkan fakta ilmiah, karena kalau tidak ilmiah, sama saja seperti mengarang sebuah dongeng.

Hasil akhir penelitian pada umumnya adalah pembuatan laporan, yang nantinya dapat dipublikasi di jurnal ataupun untuk arsip alma mater/universitas/sekolah/institusi lain. Nah ini dia, kalau penelitian kita tidak ada ilmiahnya sama sekali, sama saja mengarang sebuah dongeng.

Pengalaman penelitian saya berawal dari SMP. Pada saat kelas 8, saya membuat kelompok yang terdiri dari 3 orang untuk mengerjakan sebuah proyek perlombaan ilmiah. Waktu itu dengan bantuan guru biologi saya Pak Suko Hartoyo, kami sekelompok membuat Track Conveyor. Ini adalah mesin pemasak otomatis yang biasanya ditemui di industri pangan hi-technology. Sayangnya, perlombaan tersebut dibatalkan oleh panitia, sehingga proposal hanya sekedar tulisan saja; tidak terwujud pembuatan bendanya.

Penelitian saya yang kedua adalah pada saat SMA. Kali ini bidang yang saya ambil lebih kepada farmasi, yaitu pembuatan obat herbal. Pada saat itu saya, dengan bantuan guru biologi saya alm. Bu Yanti Rafliyanti, membuat antibiotik herbal yang berasal dari ekstrak daun harendong bulu (Clidemia hirta). Banyak sekali pelajaran yang saya dapat ambil dari beliau, karena kaliber penelitian ini (sebetulnya) adalah tingkat S1. Hasil penelitiannya adalah positif menghambat pertumbuhan beberapa bakteri, namun sayang, penelitian ini tidak lolos seleksi dalam perlombaan nasional.

Dan saat ini, saya kembali melakukan penelitian. Saya beranikan diri untuk melakukan penelitian meskipun masih semester 1 FK. Penelitian ini berawal dari pembuatan proposal oleh saya, Dimas Adriyono, M. Eko Prastia, M. Rafid Murfi & Sera Fajarina dengan judul "Potensi ekstrak kulit pisang kepok sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat." Gampangnya itu kulit pisang buat ngatasin jerawat, tapi penelitiannya belum sampai seluas itu. Proposal ini kemudian kami ajukan ke PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) Dikti 2012.

Alhamdulillah, meskipun kami belum punya pengalaman yang cukup banyak, tapi proposal kami lolos seleksi pendanaan oleh Dikti (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi). Itu artinya, biaya yang kami ajukan sebesar Rp 8,5 jt untuk penelitian disetujui oleh Dikti. Yang menurut saya paling menarik dari serangkaian penelitian ini bukan pada saat pembuatan proposalnya, tetapi (tentu saja) pada saat kita bermain-main  di lab. What I mean by 'bermain-main' is (sometimes) literally having a real, actual fun in the lab. Tetapi tentu saja fokus kami tetap pada penelitiannya, bukan main-mainnya. But, at least, we have the right to have fun, don't we?



[ Read More ]

Posted by Prima Eriawan - - 3 komentar

Muji adalah superstore asal Jepang yang menjual beragam macam pakaian, alat rumah tangga, alat kantor, dan lain sebagainya. Salah satu cabangnya di Indonesia terletak di Mall of Indonesia, Kelapa Gading. Untuk info selengkapnya, silakan kunjungi http://www.muji.com/id/stores/

Pada 11 Agustus 2011, sambil jalan-jalan, saya mampir ke Muji Mall of Indonesia. Memang sekitar 50% dari luas toko diisi dengan barang-barang fashion. Produk alat kantor hanya dipajang di 6 rak yang disusun memutar (seperti ATK di Gramedia). Salah satu produk yang menarik perhatian saya adalah fountain pen, atau yang lebih kita kenal dengan pena. Sebelum membahas lebih lanjut, kita lihat penampakannya seperti apa..


Mengoleksi pena merupakan hobi saya, yah tapi tentu saja bukan pena dengan harga 'selangit' :(. Hal yang paling saya suka dari pena tersebut adalah desainnya yang sangat minimalis; tidak ada lapisan chrome yang membuat membuat terlalu mengilap, kulitnya  polos saja tidak ada lekukan, dan dibungkus oleh lapisan anodized aluminum.

Untuk harga, pena ini bisa didapat dengan mengeluarkan kocek Rp 170.000,00. Menurut saya harga tersebut cukup terjangkau untuk sebuah pena yang kualitasnya sangat bagus (akan saya bahas setelah ini).


Mata pena Muji tersebut sangat runcing, sehingga tulisan yang dihasilkan sangat tipis. Kalau bicara ukuran internasionalnya, mata pena tersebut termasuk Fine. Di pangkalnya tertulis Iridium Point, yang menyatakan Iridium sebagai bahan dasar mata pena tersebut (meskipun tidak 100% Iridium). Mata pena sangat kaku dan sama sekali tidak bisa melekuk-lekuk; tidak seperti mata pena yang terbuat dari emas. Ini dia detail fotonya:


Meskipun kaku, tetapi pena tetap sangat nyaman digunakan. Posisi genggaman pena juga tidak terlalu berpengaruh terhadap tulisan yang dihasilkan (sebetulnya saya juga tidak terbiasa menggenggam pena dengan 'agak ditidurkan' sebagaimana mestinya). 

Itu dia kira-kira karakter tulisan yang bisa dihasilkan dari pena tersebut. 


Bagian dalamnya. Terlihat cartridge tinta berwarna hitam.

Kekurangan dari pena ini adalah cartridge tintanya yang bukan model isi ulang. Sebetulnya cartridge baru bisa dibeli di toko Muji, tapi sayang sekali sering kosong (kata pegawai Muji di Mall of Indonesia). Mungkin cartridge bisa diisi ulang dengan menggunakan injektor (suntikan), tentunya harus punya tinta botolan terlebih dahulu. Saya belum coba mengisi ulang pena Muji ini, akan saya update artikel ini apabila saya sudah mencobanya.

Penilaian
Kenyamanan menulis        : 90
Desain                             : 90
Kenyamanan perawatan   : 80
Harga                              : 90

Bahan dasar anodized aluminum  yang serupa dengan aluminium MacBook Pro



[ Read More ]

Posted by Prima Eriawan - - 1 komentar

Mungkin berita ini sudah telat banget untuk dishare, karena ini adalah berita tahun 2011. Tapi gak masalah lah buat menambah wawasan. 


Sumber: http://arabicguy.wordpress.com

Jadi begini, menurut berita dari United Arab Emirat, waktu sahur dan berbuka puasa di Burj Khalifa--gedung pencakar langit tertinggi di dunia--berbeda-beda, tergantung dari ketinggian di mana Anda berada. Sebagai contoh, kalau Anda berada di lantai 80, waktu maghrib Anda lebih lambat 3 menit dari orang yang ada berada di lantai bawah (dengan kata lain, waktu subuh anda lebih cepat 3 menit).

Ini dia berita aslinya

Burj Khalifa residents told to fast longer for Ramadan

Muslims living in the Burj Khalifa, the world's tallest tower will have to wait even longer to break their fast during the holy month of Ramadan.

Mohammed al-Qubaisi, Dubai's top Muslim cleric, said on Sunday that Burj Khalifa residents living above the 80th floor should wait two additional minutes to break their dawn-to-dusk fast while those above the 150th floor must wait three extra minutes because they will be able to see the sun longer than those on the ground.
The half-mile high tower has 160 habitable floors.
Al-Qubaisi said the decree is similar to those relating to Muslims traveling on airplanes, and harkens back to a time when people living in the mountains broke their fast after those at lower elevations.
Meanwhile the investment company headed by Saudi billionaire Prince Alwaleed bin Talal says it plans to complete what will be the new world's tallest tower in just over five years time.
The Kingdom Holding Co. did not say Sunday when work would begin on the Kingdom Tower.
The tower will be roughly two-thirds of a mile high. It is part of a $20 billion mega project on the outskirts of the Red Sea city of Jiddah.
The tower will be built by the Saudi Binladen Group construction conglomerate. It will cost $400 million (£244 million) and feature a Four Seasons hotel, luxury condominiums and offices that encompass around 5.4 million square feet.


Mengapa bisa begitu?

Anggap saja begini sebagai ilustrasi: Anda sedang duduk santai di pantai Kuta melihat dan memotret matahari tenggelam.

Sumber: Wikimedia


Anda akan melihat matahari tinggal setengah karena tertutup horison. Dengan cepat Anda kembali ke hotel, kemudian memotret matahari tersebut dari lantai 5. Maka inilah yang akan terlihat: (mungkin tidak se-esktrem ini, tapi kira-kira begini gambarannya)

Sumber: http://www.makems.com

Hal ini terjadi karena bentuk bumi yang bulat. Semakin tinggi kita berada, semakin luas pula pandangan kita karena posisi kita yang lebih tinggi dari horison. Kurang lebih ilustrasinya seperti ini:

Sumber: http://www.astro.princeton.edu

Anggap saja garis merah yang lebih panjang adalah posisi kita di lantai 80, sementara garis yang lebih pendek merupakan posisi kita di lantai 5. Ketika kita berada di lantai 5, maka pandangan kita akan tertutup oleh lekukan Bumi, inilah yang disebut dengan horison. Sementara ketika kita berada di lantai 80, posisi horison menjadi lebih di bawah terhadap kita. Inilah yang menyebabkan perbedaan waktu berpuasa tersebut.

Bagaimana dengan gedung-gedung di Indonesia?
Sebetulnya gedung-gedung di Indonesia (terutama Jakarta) cukup tinggi untuk mengalami fenomena tersebut. Tapi saya rasa fenomenanya tidak terlalu ekstrem; tidak seperti di Burj Khalifa karena ketinggian gedung tersebut mencapai 800 meter.

[ Read More ]

Posted by Prima Eriawan - - 1 komentar

Setelah cukup lama berkutat dengan template lama, akhirnya blog Primaseason kembali ganti kulit dengan tampilan yang lebih simpel namun dinamis.

[ Read More ]

Posted by Prima Eriawan - - 0 komentar

List barang: DOWNLOAD
[ Read More ]